Pernah Jadi Anak Punk Norak, Gofar Hilman: Sama Nggak dengan Orang Baru yang Ngeklaim Aktivis?

loading...

Gofar Hilman turut menyoroti perihal orang yang baru ngeklaim dirinya aktivis.

Hal tersebut ia curahkan dalam cuitan lewat akun Twitter pribadinya, @pergijauh.
"Jadi inget, awal tau punk gue sangat norak, mohawk didiriin tiap hari, tidur di jalanan padahal di rumah nenek gue khawatir menunggu, anti ini itu, ngecengin temen yang dengerin musik slow, norak deh, mungkin sama gak sama orang yang baru ngeklaim dirinya aktivis?" tulis Gofar Hilman, Rabu (30/10).

Gofar Hilman juga mengatakan bahwa saat tidur kepalanya harus miring agar rambut mohawk nggak rusak.

"Mohawk didiriin tiap hari itu gak nyaman banget lho, karena tidur palanya mesti miring biar rambut gak rusak, keren sih tapi gak nyaman, ya biar punknya pol aja gitu," lanjut Gofar Hilman.

"Ngeband pertama tahun 1996, manggung sama anak kuliahan bawain Rykers, punya band punk juga kalo manggung bawain Exploited. Kalo di depan keramaian suka pake walkman nyanyi keras2, supaya mereka tau aja musik gue keren," imbuhnya.

Gofar Hilman mengaku sampai sekarang masih sangat menyukai musik-musik tersebut. Namun dia masih heran aja kenapa dulu awal-awal merasa norak banget.

"Sampe sekarang masih sangat suka musik-musik itu, masih suka pake kaos band favorit juga, ya masih suka lah. Tapi gak tau kenapa dulu awal-awa kok ngerasa norak banget ya," akunya.

Gofar Hilman pun mengatakan bahwa menjadi poser adalah hal yang wajar, tapi ia mengajak untuk bertanya pada diri sendiri, apa mau tetep jadi poser atau upgrade ke fase berikutnya.
"Itu fase yang bernama poser (kalo di Bandung bilangnya "borok"), baru tau permukaan tapi seakan tau mendalam, poser hal yang wajar, semua mengalami, gak ada poser, gig gak rame, tapi yaitu balik lagi, apakah tetep nyaman di fase poser atau upgrade diri ke fase berikutnya," pungkas Gofar Hilman.


Share this:

Disqus Comments