Ganjar Pranowo Disenggol: Model Begini Mau Jadi Presiden, Ancur!

Kinerja Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah diragukan oleh Iwan Sumule selaku Ketua Majelis ProDEM. Iwan bahkan mencuit seperti ini: Model begini mau jadi presiden. Ancur!




Iwan Sumule juga mempertanyakan apa yang sebenarnya dilakukan Ganjar Pranowo selama ini, buntut dari munculnya data yang menyebut PDRB Jateng terendah dan miskin.

"Data BPS Tgl 17 Januari 2022, Provinsi Jawa Tengah Pendapatan/Kapita/Bulan terendah di Pulau Jawa," tulis Iwan Sumule.

"Apa sebenarnya yang dilakukan Gubernur @ganjarpranowo selama 2 periode menjabat, kenapa PDRB Provinsi Jawa Tengah bisa terendah dan miskin?" lanjut Bos Sumule ini.

"Model begini mau jadi presiden. Ancur!" pungkas Iwan Sumule.

BACA JUGA:


Dalam tweet Iwan Sumule, ia turut melampirkan screenshot data berjudul "Garis Kemiskinan Tertinggi di Pulau Jawa" dan Garis Kemiskinan per Kapita di Provinsi Pulau Jawa (September 2021).

Dalam data yang bersumber dari badan Pusat Statistik (BPS), 17 Januari 2022 itu Jawa Tengah ada di posisi terendah dari 6 provinsi yakni DKI Jakarta, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah.

Tertulis, pendapatan Jawa Tengah 423.264 rupiah/kapita/bulan.

Ganjar Pranowo disentil: model begini mau jadi presiden, ancur! Sumber foto: Twitter/KetumProDEMnew



Sementara itu, mengutip pemberitaan Liputan6.compada 4 April 2022, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menanggapi pemberitaan yang menyatakan Jawa Tengah sebagai provinsi termiskin. Orang nomor satu di Jateng itu tidak membenarkan berita tersebut. Namun, ia menyetujui PDRB Jateng yang rendah.

BACA JUGA:


Hal itu disampaikan Ganjar Pranowo saat memberi sambutan dalam pelantikan jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng di Gedung Grahadhika Bhakti Praja, Senin (4/4/2022).

Menanggapi kabar Jateng jadi provinsi termiskin, Ganjar sempat meminta pihak terkait untuk segera mengecek kebenaran hal tersebut. "Jawa Tengah provinsi paling miskin, aku juga bingung. Semua aku tanyakan, ayo semua cek datanya. Akhirnya yang menjelaskan BPS sendiri," kata Ganjar.

Mantan anggota DPR RI itu pun mengakui bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Jateng masih rendah. Namun, lanjut Ganjar, itu bukan acuan jadi kemiskinan. "Tidak begitu. Bahwa untuk pendapatan dari PDRB memang rendah tapi apakah itu otomatis miskin, tidak," ujar Ganjar.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik Jateng Adhi Wiriana menganggap kabar tersebut adalah narasi menyesatkan. Menurutnya, penghitungan kemiskinan tidak didasarkan atas tingkat PDRB per kapita. "Terkait pemberitaan hari ini, yang menyatakan PDRB per kapita (sebagai acuan) Jateng menjadi daerah termiskin merupakan berita hoaks, kalau menurut saya," ujar Adhi saat ditemui di Kantor BPS Jateng, Rabu (30/3/2022).

Adhi mengatakan, bahwa benar PDRB per kapita atau pendapatan rata-rata penduduk Jateng tahun 2021 adalah 38,67 juta per tahun. Namun demikian, jika dirata-rata, jumlah tersebut melebihi dari upah minimum yang telah ditentukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

Ia menyebut, tingkat pendapatan suatu daerah tidak linear dengan tingkat kemiskinan. Hal itu karena, PDRB disebut juga sebagai pendekatan kesejahteraan semu.

Sumber foto: Twitter/ganjarpranowo

Teman-teman, jika kamu merasa artikel ini bermanfaat atau memberi informasi yang kamu cari, bantu kami untuk terus menghadirkan konten yang bermutu, caranya dengan mengklik iklan di situs ini. Terima kasih yaa..

Posting Komentar

0 Komentar