Media Asing 'Tepuk Jidat' Lihat Netizen Indonesia Serang Review Buruk Sungai Aare Swiss Tempat Eril Hanyut

Media asing heran lihat netizen Indonesia serang review buruk Sungai Aare Swiss tempat Eril anak Ridwan Kamil hanyut.




Media lokal Swiss heran bukan main melihat netizen Indonesia 'menyerang' Sungai Aare dengan memberikan review jelek dan bintang satu di Google Maps Sungai Aare yang ada di Bern, Swiss.

BACA JUGA:


Salah satu media lokal yang menyoroti adalah Blick. Dalam akun Instagramnya, mereka heran dengan kelakuan netizen Indonesia. Berikut captionnya setelah dialih bahasakan ke Bahasa Indonesia:

Seorang pemuda dari Indonesia berusia 23 tahun menghilang setelah berenang di Sungai Aare, Bern. Sekarang Sungai Aare diberi ulasan buruk di Google oleh pengguna dari Indonesia. 

Pada Kamis pagi, tiga orang - dua pemudi dan satu pemuda - berenang di Bern. 

Berdasarkan laporan pihak polisi maritim Bern, ketiganya mengalami keadaan genting saat berenang. 

Laporan di Twitter menyebutkan bajwa dua orang perempuan berhasil diselamatkan oleh warga. Sedangkan satu pemuda yang disebut-sebut oleh agensi berita AP sebagai anak Gubernur dari Indonesia hilang. 

KBRI di Bern juga sudah mengumumkan bahwa orang hilang ini adalah Emmeril Kahn Mumtadz, dan sedang dalam pencarian. 

Dia adalah putra sulung Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat. Emmeril Kahn Mumtadz kala itu berada di Bern untuk mencari program S2 di universitas yang ada di sini.

Yang absurd adalah banyak pengguna Google dari Indonesia sekarang mulai memberi rating buruk bintang satu di Google Maps Sungai Aare. Alasan mereka antara lain sungai Aare tidak aman, Emmeril Kahn Mumtadz belum ketemu, atau sesederhana: sungai jahat.

Sebelumnya diberitakan review jelek Sungai Aare dari netizen Indonesia membuat banyak orang geleng-geleng.

Aksi warga +62 beri ulasan buruk dan tidak aman di Google Maps Sungai Aare  diduga karena ada peristiwa Eril anak Ridwan Kamil yang hanyut di Sungai Aare, Swiss ini.

BACA JUGA:


Terlihat netizen Indonesia beri bintang 1 dan disertai dengan komentar buruk untuk Sungai Aare yang berada di Bern, Swiss ini.

Berikut beberapa review buruk netizen Indonesia Sungai Aare:

Tempat banyak minta korban

BURUKKK

Jangan ke Swiss tapi ke Indonesia aja

Gak jadi kesana karena seram mending renang di kali depan rumah namanya kali kitir

Memakan korban

Sungainya bagus, tapi sayang tidak ada yang jual starling (Starbucks keliling) sama sewa tikar

Sangat tidak ramah untuk turis, berbahayaaa

Masa nggak ada tempat penyewaan ban dalem bekas. Kecewa

Not recommended because there is someone missing here!

Tidak ada yang jualan bakso

BACA JUGA:


Kurang cocok buat ngeliwet, di Swiss eweuh nu ngajual asin sareng karupuk

Meskipun kali di belakang rumah tidak sebagus Sungai Aare, tapi nggak pernaj makan korban

Kecewa sudah buat kang Ridwan Kamil sedih

Sungainya bagus tapi gak ada yang mancing, biasanya korban ditemukan pemancing, semoga kang Eril selamat

Semoga dukun di Swiss bisa ikut membantu dalam pencarian

Sungai pencari masalah, sungai haram, kasihan tau Eril sampai sekarang belum ketemu ini semua gara-gara sungai ini, tanggung jawab lo sungai

Tak kasih bintang 4 kalau bisa temukan Emmeril Khan Mumtadz

Bagusan sungai Ciliwung kemana-mana

Ciliwung lebih aman, meski air butek, keamanan nomor 1, mudah-mudahan Eril ditemukan

Kemarin baru saja selesai cari kepiting di sana, tapi sayang sungai bagus nggak ada yang jual Pop Miw, fasilitasnya perlu ditingkatkan lagi

Sungai berbahaya baiknya jangan berenang di sini, lebih baik buat mancing piranha

Informasi Terbaru Eril Anak Ridwan Kamil

Ridwan Kamil dan Atalia selaku orang tua dari Eril bertemu dengan Kepala Polisi Maritim, Urs Käser dan Kepala Polisi Regional, Thomas Müller untuk mendengarkan informasi terbaru terkait proses pencarian sejauh ini.


Dalam proses pencarian hari Sabtu (28/5/2022) waktu setempat, tim SAR menerjunkan tim penyelam pada titik-titik yang dapat diakses di sepanjang sungai Aare. 

Tim SAR kembali menerbangkan drone surveilance yang terbang rendah di sepanjang tepian sungai. Upaya pencarian di hari ketiga ini lebih diintensifkan di beberapa titik yang dinilai krusial di wilayah sungai Aare.

Ridwan Kamil Ketemu Tim SAR dan Kepala Polisi Maritim Bern saat Proses Pencarian Eril. Sumber foto: Kemlu



Dilansir dari situs Kedubes RI di Bern, Swiss, hingga sore hari pencarian belum memperoleh hasil yang diharapkan. 

Rencana pencarian besok akan difokuskan pada area di antara dua pintu air terdekat lokasi terakhir terlihatnya Sdr. Eril, yaitu Schwellenmaetelli dan Engehalde. 

Metode pencarian besok akan menggunakan perahu dan sensor yang mampu mendeteksi hingga kedalaman 3 meter.


KBRI mendapatkan kabar hilangnya Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss, pada hari Kamis (26/5) pkl. 11.24. Upaya pencarian Sdr. Eril oleh tim SAR melibatkan unsur Polisi, Polisi Maritim, dan Pemadam Kebakaran sebagai pilot drone.

Pada hari kedua, Jumat (27/5), tim SAR memperluas jangkauan area deteksi. Wilayah yang diperiksa pada hari kedua mencapai 17 KM area sungai Aare, yakni dari Jembatan Tiefenau hingga ke pintu air Wohlensee. Tim SAR juga menurunkan penyelam untuk memulai pencarian bawah air.

Sumber foto: Instagram, Twitter

Posting Komentar

0 Komentar